OASEKSPLORASI 2017 | DAY 2 – BAWAANNYA NGANTUK MULU

Z: Eh, kayaknya kita dateng kepagian deh… Masih sepi banget nih di taman..
C: …
F: …
Z: … ya…
ZCF: … *Lihat ke ayunan

*Omae wa, mo shindeiru…

Sebelumnya: OASEKSPLORASI 2017 | DAY 1 (part 2) – BANYAK UGHA SAMPAHNYA


DATENG KEPAGIAN, BOSQUE 😦

Aku lupa bahwa jadwal sudah di rubah oleh mentor. Hari ini adalah jadwal kegiatan kami snorkeling dan bersihin pulau di suatu pulau bersama petugas Taman Nasional.

Pukul 05.45 kami sudah sampai di titik kumpul, dermaga Pulau Harapan. Karena kelompok kami kepagian, kami pindah ke taman yang kami kunjungi kemarin Sore untuk menghilangkan kegabutan. Di taman aku bertemu dengan beberapa petugas kebersihan berpakaian serba orange yang sedang menyapu taman. Salah satu petugas yang sedang menyapu mendekat ke arah ayunan yang sedang kududuki, aku iseng tanya tentang pekerjaannya, kebetulan aku ingat dengan Ceca yang belum menyelesaikan tugas wawancara di kapal, dengan senang hati aku mengingatkan dan mengajak Ceca untuk wawancara petugas tersebut 😉

Perlahan taman mulai ramai karena kami, mentor pun datang dan memberi tahu kita untuk berkumpul di dermaga sebelum petugas TN datang. Kami langsung pergi ke titik kumpul dan ternyata cukup lama menunggu para petugas TN, akhirnya kami habiskan waktu untuk foto-foto 😀

Kak Sari 2
© Kak Sari

Indahnya dan birunya laut sekarang tepat di hadapanku. Pulau dan kapal juga terlihat bertebaran di mana-mana dan menambah kesan untuk perjalanan ini. Kami melaju sangat kencang menggunakan ojek kapal yang cukup besar untuk menampung 30 orang lebih menuju Pulau Kayu Angin Bira. Karena kencangnya kapal, aku bengong ngeliatin air laut yang berlalu sangat kencang dan membuatku ngantuk parah. Untungnya life jacket sudah terpasang yang membuat posisi badanku tetap tegak jika tertidur, dan juga empuk 😀

ceca
Irham semua. © Ceca

PEMULUNG PROFESIONAL KELAS INTERNASIONAL

Sesampainya di pulau, aku diberikan kendali untuk mangatur baris-berbaris dari Kak Andit. Selama 5 menit lebih kami mendengarkan perkenalan Pulau Kayu Angin Bira, pulau yang menjadi cagar alam habitat Penyu Sisik dan Penyu Hijau dan pulau yang termasuk di zona inti, daerah yang tidak boleh dijadikan tempat tinggal atau berwisata dan dipakai untuk kepentingan pendidikan dan pengetahuan.

Aku mengeluarkan 3 karung dari tas yang sudah dibawa dari rumah untuk wadahnya sampah dan memberikannya kepada Fattah dan Ceca. Bau nasi uduk dan sambel yang tadi Pagi kumakan masih menempel di karung ini, tak sengaja tadi Pagi aku menyentuh karung dengan tangan yang masih belum dicuci :p

Kegiatan membersihkan pulau pun dimulai!

Z: AH! SAMPAH PERTAMA!

Z: EH! Gua ketemu botol yang bentuknya alkohol.
Y: Jangan mabok-mabokan jak, gak baik.
Z: Gua nemu- HE! Nemu lagi. EH! Di situ masih ada botol mabok.
Y: diH giTu.

Aku dan Yudhis berebutan untuk mendapatkan gelar sebagai Pemulung Profesional dengan mengumpulan sampah-sampah sebanyak mungkin dan seaneh mungkin :p Saking semangatnya, aku sampai menghabiskan 1 karung sedang dan 2 plastik besar berisi sampah di pulau ini, bahkan SAMPE JEBOL!

Karena keganasanku ini, aku mendapat komentar dari Kak Opal,

“Kamu memang berbakat” “Sudah berapa lama pak bekerja seperti ini?”

-_-”

KERIPUT DAN AIR ASIN

Setelah meninggalkan Pulau KAB sekitar pukul 09.00, kami berangkat menuju Pulau Perak. Tapiiiiiii, sebelum menuju lokasi, kami melakukan kegiatan yang kami tunggu-tunggu di dekat Pulau Macan, yaitu snorkeling!

Ketika kapal kami berhenti, permukaan laut pun mulai terlihat dengan mata telanjang. Tanpa menunggu lama lagi aku langsung buka topi kesayangan, kaos, dan sebagainya yang menghalangi pakaian renangku.

BYUR!

Yang benar saja, tanganku langsung keriput karena air laut, padahal belum ada 10 sampai 20 menitan :/ Tapi aku tidak peduli dan lanjut melakukan snorkeling.

Bosan dengan snorkeling menggunakan life jacket, aku meminta izin kepada petugas  (lupa nama bapaknya XD) untuk melepaskan life jacket dan berenang mengeksplor sekitar. Petugas pun mengizinkan dengan syarat, bisa berenang dan jangan menyentuh apapun. Baiklah.

Niatku melepaskan life jacket agar aku bisa masuk ke bawah laut dan mencoba menghampiri karang di bawah (INGAT! Bukan menyentuh :}). HAH! Ternyata masker snorkel yang kupakai menekan sisi mataku dan aku sendiri gak kuat dan kaget terus, akhirnya aku memutuskan untuk bermain di atas saja karena kapok juga sudah meminum banyak air asin XD

5
© Kak Anne

Hari makin panas dan snorkeling pun berakhir. Aku punya niat untuk tidur ketika nanti sampai di Pulau Perak karena sudah masuk waktu bebas dan waktu makan. Setelah kupikir-pikir lagi sayang juga, kapan lagi kita main? Besok aku dan teman-teman sudah mulai eksplorasi dan waktu main hanya sedikit. Aku putuskan untuk tidur secukupnya di kapal selama perjalanan.

IM SEXY AND I KNOW IT~

“Yak sip Jak. Pantat lu lebih gede dari pinggang lu”
“TUNGGU JAK! Jangan gerak, pantat lu belum padet”
“Nah sip. Ini baru namanya masterpiece”

Terkapar tidak berdaya dan hanya pasrah dengan perilaku mereka. Posisi awal sih hanya terkapar tengkurep di pasir karena kekenyangan sehabis makan nasi yang porsinya meledak, ditambah tahu buncis dan gulai ikan yang pedas nan sedap lalu tambahan nasi goreng yang pedas dari Adinda membuatku tambah ngantuk, kelebihan karbohidrat DX

Setelah melihat perang pasir di depanku, semangat yang membara mulai menyelimuti diriku. Menara pantat yang sudah dibentuk hancur seketika dan sang creator pun kecewa. Tanganku meraup banyak pasir dan siap untuk melempa- ups, perang pasir lempar-lemparannya sudah berakhir, melainkan memasukan pasir ke dalam baju renang baru saja dimulai agar derita yang didapat PLUS PLUS PLUS.

kak anne 3
© Kak Anne




S: … OH! Aku tau! Kak Opal mau nikah sama Kodok laut?
K. O: Iya.

Terdengar suara tawa dari sebelah ketika aku sedang menggali pasir sedalam mungkin untuk proyek lubang wc di pulau. Aku berkunjung ke sebelah dan ternyata yang lain sedang ramai mendirikan sebuah bangunan pelaminan dan jalurnya sambil membahas tentang pernikahannya Kak Opal bersama… urgghh… Kodok Laut.

menarik…

… aku pun membantu mendirikan bangunan pernikahannya, leh ugha 😀

Kak lini 3
© Kak Lini

UDIN & ROKOK

“Zak, sini deh, ada abang Cilung namanya Bang Udin,” Ujar Dhifie sambil melambaikan tangannya. Aku yang dipanggil agak malas-malasan karena mungkin hanya becanda, dan ketika Dhifie bilang “Sini lu, gua beliin cilung satu,”

Dengan kecepatan lari Naruto, aku menuju lokasi. Terlhatlah si Abang Cilung sedang menggoreng  dengan lihai.

“WUSS”

Semburan api kompor keluar sangat besar ketika Bang Udin mengangkat wajannya, seperti chef-chef di TV yang biasa kutonton. Ngomong-ngomong tentang Udin, entah kenapa di pulau ini banyak sekali dengan yang namanya Udin, seperti Bang Udin ini, salah satu nelayan yang diceritakan Pak Syarifudin, dan Pak Syarifudin itu sendiri. Entah kebetulan atau gimana, semenjak dari persiapan Ofest aku kalau kesal atau lagi gak percaya sama suatu hal selalu ngomong “Dih Udin”, terinspirasi dari suatu program TV comedy. Sekarang nama ini justru kebawa sampai ke kegiatan OASEksplorasi XD

Kak anne 2
Atala yang lagi wawancara ke Bang Udin. © Kak Anne

Tidak seperti kemarin, sekarang kelompokku bersama Kak Opal melakukan sesi menulis Jurnal dan refleksi di taman. Setelah aku ngobrol bersama Kak Opal tentang outputku, aku memisahkan diri dengan mereka agar aku fokus menulis.

Dari jauh terlihat suara seretan sendal yang sepertinya mendekat ke arah kami. Aku pikir hanya orang yang kebetulan lagi lewat di taman ini, tiba-tiba orang tersebut nyamperin Kak Opal dan berbicara mengeluarkan nada tinggi.

Kakek: HEH!  Situ punya rokok gak?
Kak Opal: Rokok? Wah gak ada pak
Kakek: …. Rokok (aku tidak bapak ini ngomong apa, yang jelas dia minta rokok dengan cara membentak)
Kak Opal: Di sini gak ada rokok pak, bapak kalau mau cari tempat lain, kita gak ngerokok.
Kakek: *Ngelirik Ceca | Heh kamu, ada rokok? Itu di kantong apa?
Ceca: Hah? Eee… Gak pak, ini bukan rokok.
Kak Opal: Di sini gak ada rokok pak..
Kakek: Ohh, *pergi

Me: Eee…… *kikuk
Also Me: NJIR, TADI TU APAAN?

…:::Bersambung:::…

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s