PRAMUKA OASE: PERSERA – DAY 1

Sebelum tidur, kami berempat sempat ngobrol bareng membahas hal yang tidak penting nan menghibur, berawal dari horror hingga di’revisi’ menjadi konyol.

Kaysan: Itu nama ceritanya apa, Zak?
Aku: Jeff The Killer.
Fattah & Vyel: *merinding.
Kaysan: Ahh, gua punya cerita juga, namanya Joki The Killer!
Fattah, Vyel, Aku: Pffftttt….
Kaysan: Jadi…

Dan inti cerita dari Joki The Killer adalah tentang nenek-nenek yang suka malak-malak minta uang dan suka Nyawer di kamar mandi bersama seorang anak muda bernama Joki.

Dan kami pun tidur dengan bahagia.

Persiapan (masak-masak): PRAMUKA OASE: PERSERA – LATIHAN MASAK


TELAT YANG TAK TERDUGA & FEEL YANG TAK TERDAGU.

Pada hari Selasa, 23 Mei 2017 adalah hari aku dan teman-teman OASE melakukan perjalanan ke Gunung Salak, berlokasi di Loji. Jujur saja, aku sebelumnya belum tahu aku dan teman-teman akan pergi ke gunung mana… yang kupikirkan hanyalah kita akan pergi naik gunung.

Aku bangun pada pukul 3.45 Pagi hari, sebenarnya bisa saja aku bangun pukul 5 atau 4.30 untuk istirahat yang cukup, tapi aku harus packing barang-barangku yang lumayan banyak dan belum terpikirkan bentuknya seperti apa karena aku baru mendapatkan Tas Cariernya pada hari Senin Malam, pinjam dari Kak Shanty. Pukul 6 aku langsung berangkat ke Stasiun Citayam menggunakan Ojek Online untuk pergi ke Stasiun Bogor, titik kumpul kami untuk bertemu dengan kakak-kakak pembimbing kami. Sebelum aku sampai stasiun, aku membeli cemilan favoritku untuk kujadikan sarapan Pagiku, Malkist Garry :D.

Sesampainya di St. Bogor, pundakku langsung terasa letih karena mengangkat tas berat dan berukuran besar ini. Berat dan ukurannya menjadi besar ini menurutku karena Sleeping Bag, ukuran besarnya seperti 2 Bola plastik kecil… dan Sleeping Bag adalah barang yang paling makan tempat di tasku. Aku menunggu yang lain bersama Yudhis dan Tata yang pertama sampai di taman kecil dekat pintu loket, St. Bogor, dan pada pukul 8 kurang, sesuai dengan kesepakatannya kami semua sudah berkumpul kecualiiiiiii, Vyel dan Yla, yang ternyata mereka masih di Stasiun Manggarai.

Kami semua mendapatkan pengarahan dari Kak Andit dan Kak Shanty yang ikut menemani kami hingga kami berangkat, mereka menjelaskan peraturan yang disediakan dari Tim Montana, Tim yang akan menjadi pembina kami, lalu dilanjutkan melakukan sesi foto bersama di St. Bogor dan naik angkot yang sudah disewa, sempat linglung memilih angkot yang mana, akhirnya aku duduk di depan bersampingan dengan salah satu pembina kegiatan ini, Kak Noni. Ada rasa menyesal karena aku memilih didepan… enggak bisa ikut becanda dan ngobrol bersama yang lain :(.

1-1
Total anak PERSERA OASE 18 anak. Source: Klub Oase.

Sekitar 1 jam perjalanan untuk menuju lokasi, aku sempat tertidur setelah melewati Stasiun Batutulis karena tidak ada kegiatan lain dan ketika bangun tidur badanku lumayan terasa segar bugar.

Aku terbangun dan angkot dalam kondisi goyang-goyang karena bebatuan dan saat jalanan sudah rata dengan tanah, angkot pun berhenti, tukang angkot keluar, begitu juga dengan yang lainnya, yang tandanya sudah sampai. Aku kira lokasi kempingnya saat sampai setelah perjalanan angkot, ternyata nanjak lagi!!!

Dalam perjalanan menanjak yang memimpin namanya Kak Fadil, salah satu pembina dalam kegiatan ini. Kami menanjak terkadang berhenti hingga 3-4 kali dan membutuhkan waktu kira-kira 30 menit hingga sampai di lokasi kemping. Dari sini aku sudah sedikit mendapatkan feel Anak Gunung (azeek), dari memakai tas berat sambil menanjak, melewati jalan yang tidak rata nan sempit, melewati sungai dan bebatuan dengan jembatan, ngos-ngosan, dan bahkan ada perdebatan dengan salah satu di antara kami yang jalan duluan melewati Kak Fadil.

Sampai di lokasi, aku langsung menaruh Tasku dan membuka bajuku (untungnya ada yang sudah nanya boleh buka baju atau tidak, hanya yang double saja), dan sesi selanjutnya ini adalah bagian yang kutunggu-tunggu juga, yaitu memasang tenda. Aku belum pernah memasang tenda dengan benar dan tidak tahu proses aslinya seperti apa, jadi aku memasang betul-betul pendengaranku. Masing-masing regu mendapatkan 1 tenda, aku dan lainnya sempat kesusahan dalam memasang tenda karena kekurangan orang, hanya ada aku, Fattah, dan Kaysan, sedangkan Vyel masih dalam perjalanan, dan akhirnya dibantu oleh Bang Kocil.

Setelah tenda selesai, kami bagi-bagi tugas untuk memperbagus tenda, Kaysan dan Fatah membersihkan dan merapihkan bagian dalam tenda, sedangkan aku membuat Parit di sekitar tenda agar tenda tidak bocor atau aman dari air hujan, setelahnya itu kami diperbolehkan Makan Siang dan berpas-pasan si Vyel datang, semuanya bersorak woaaaaaaaaaaaaaah.


CUMAN BISA BENGONG.

Seharusnya sesi Navigasi Darat dilakukan jam 12.30, tapi karena kami semua datangnya lambat dan waktu ishomanya kelamaan juga, Navdar dilakukan pukul 13.30 .

Kami berkumpul dan disuruh membawa alat tulis, kompas orientering, dan kompas bidik untuk mempelajari apa itu Navigasi Darat, dan aku tidak membawa kedua kompasnya, untungnya kompas diperbolehkan 1 regu minimal 1-2 kompas :p.

Kali ini Bang Kocil yang menjadi mentor kami untuk menjelaskan apa itu Navigasi darat. Aku baru mempelajari apa itu navigasi darat. Navigasi Darat adalah ilmu membaca peta dan menentukan posisi di atas peta, peta sendiri adalah bentuk bumi dalam bidang datar (bukan bumi datar :p). Navigasi ini pasti selalu berkaitan dengan peta, jika ada navigasi darat yang tidak menggunakan peta, moestahil. Dan 1 lagi, bang Kocil bilang hal-hal seperti ini pasti berkaitan dengan Geografi dan Matematika, dan aku hanya bengong.

Lanjut hingga memperlajari garis Kontur yang tidak pernah terputus, pembahasan warna-warna yang berbeda pada peta atau disebut Legenda, perbandingan skala-skala pada peta dan harganya, hingga kita sampai ke praktek cara membidik dengan kompas bidik dan terciptalah suatu rumus yang dinamakan Rumus Azimuth.

Kami turun ketempat awal kami diturunkan saat di angkot untuk melakukan praktek, jaraknya lumayan jauh dan karena cuaca semakin sore, embun-embun air rumput sudah mulai terasa saat perjalanan. Untuk apa jauh-jauh praktek? Sebelumnya kami sudah praktek, dirasa kurang puas, kami langsung praktek di tempat yang lumayan tinggi dan luas sambil menantang diri kami untuk menemukan di manakah kami berada (?).

Langit sudah mulai mendung, aku tidak peduli dengan cuaca atau apapun itu, aku hanya terheran-heran dan tidak pernah terpikirkan bagaimana bisa kami menemukan lokasi kami sendiri dengan peta yang sebegitu detailnya! Namun itu terpecahkan dengan kami yang memperkirakan tanda lokasi kami dengan tanda lokasi di peta, lalu menggunakan skill membidik yang baru kami pelajari, dan belajar menghitung angka kordinat pada peta, sejujurnya aku agak linglung ketika Bang Kocil menjelaskan bahkan bengong tak-karuan, namun aku perlahan mengerti dengan otakku yang connectnya lama banget, dan sampai sekarang yang kutidak mengerti adalah membaca angka kordinat menggunakan Protaktor, yang sangat mengerti saat itu adalah Yudhis, aku ingin belajar darinya ketika bertemu dia lagi, aku sudah minta penjelasannya 2 kali namun tetap tidak mengeti karena tidak terlalu terbayang tanpa adanya peta… ya gusti… :(.

2
Source: Klub Oase.

NGADU YEL-YEL & CERITA MALAM.

Kami kembali menanjak lagi menuju lokasi kemah, di perjalanan aku hanya bengong memikirkan pelajaran Navigasi Darat, ternyata ini seru banget jika sudah mengerti dan aku sempat berpikir “Semoga kita nyasar, terus nyari lokasi deh”, padahal aku sendiri belum hafal tentang angka kordinat :(. Karena aku bengong-bengong terus, aku sering tersandung batu yang di mana sampingnya jurang, kebayangkan kalau jatuh gimana?

Di tengah perjalanan langit sudah mulai gelap, gerimis dan akhirnya hujan langsung turun sangat deras, kami perlu menggunakan senter untuk menerangi perjalanan kami, aku lumayan norak dengan senter baruku yang sangat kuat jaraknya hingga bisa menyinari awan langit :O, oh ya, aku tidak terlalu panik tentang tenda yang akan kena air hujan atau kebanjiran karena aku sudah membuat Parit, walaupun tidak sempurna tetapi lumayan mencegah aliran air yang turun di belakang tenda.

Sesampainya di lokasi, kami semua disuruh oleh Kakak-kakak untuk menetap di tenda dan jangan pergi kemana-mana, dan yang pasti bukan aku saja yang kecewa karena tidak bisa merasakan Api Unggun untuk malam ini :(. Aku menyuruh ke seluruh anggota regu Bunglon untuk bebenah pakaiannya, tasnya, dan barang pribadi lainnya agar saat tidur nanti kita mendapatkan space yang luas dan nyaman tidurnya. Sekitar 30-40 menit untuk menunggu hujan reda, karena waktu memang sudah memasuki waktu jam makan malam, Kaysan mengeluarkan alat masaknya dan bahan makanan yang ia bawa dari rumah untuk dimakan malam ini dan menu untuk regu Bunglon malam ini yaitu SEBLAK!!! (note: saat kami memasak, terdapat 1 orang yang sedang mengemis-ngemis untuk melakukan barter makanan :p).

Makan malam pun berakhir dan kami semua berkumpul untuk masuk ke sesi Review Navigasi Darat, dan suasananya saat itu gelaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaap banget, tak ada cahaya lampu rumah yang terlihat. Karena bang Kocil esok hari harus kerja, malam saat itu ia harus pulang dan review navigasi darat hanyalah sebentar, aku tidak tahu sebentar atau tidaknya namun terkesan terburu-buru, aku gak kebayang malam itu bang Kocil pulang dengan malam yang sangat gelap gulita ini, aku hanya berpikir mungkin sudah biasa… mungkin. Setelah sesi review, dilanjutkan dengan lomba yel-yel masing-masing regu :D, disebut lomba karena Kak Elly bilang yang juara akan mendapatkan hadiah darinya yang dikirim ke Kak Shanty nanti, suasana langsung ricuh karena panik mencari yel-yel, untuk regu Bunglon sudah aman karena kami sudah mempunyainya dari awal Oase dimulai :p, begitu juga dengan regu Lebah dari yang kudengar yel-yelnya, terdengar sama saja seperti di awal Oase.

Dan kami mendapatkan juara ke-2 sebagai Yel-yel terkocak… padahal gak ada kocak-kocaknya ._.

..:::::..

Waktu tidur pun tiba, semuanya sudah balik ke tenda masing-masing, namun regu Perempuan (Edelweiss+Bunga Bangkai=EdelBangkai) berisik banget dan masih dalam keadaan terjaga dengan alasan belum makan… sedangkan regu lain sudah pada makan dan hanya tinggal tidur saja, tapi aku tidak peduli karena di tenda regu Bunglon sedang asyik bercerita. Aku sedang menceritakan kepada mereka tentang Jeff The Killer, seorang pembunuh yang katanya ada di dunia nyata dan berkeliaran entah di mana, dia adalah pembunuh berantai yang sedang dicari, memiliki latar belakang yang… pokoknya gitulah, sampai pada akhirnya si Kaysan me’revisi’ cerita itu.

Kaysan: Itu nama ceritanya apa, Zak?
Aku: Jeff The Killer.
Fattah & Vyel: *merinding.
Kaysan: Ahh, gua punya cerita juga, namanya Joki The Killer!
Fattah, Vyel, Aku: Pffftttt….
Kaysan: Jadi…

Dan inti cerita dari Joki The Killer adalah tentang nenek-nenek yang suka malak-malak minta uang dan suka Nyawer di kamar mandi bersama seorang anak muda bernama Joki.

Dan kami pun tidur dengan bahagia.

Advertisements

One thought on “PRAMUKA OASE: PERSERA – DAY 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s